Langsung ke konten utama
Allah Swt. menciptakan alam untuk manusia. Dan Allah Swt. menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Yang artinya, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari kerusakan. Masalah lingkungan hidup saat ini banyak menuai perhatian masyarakat di dunia, karena alam dari hari ke hari semakin rusak. Banjir, tanah longsor, badai, gempa bumi, dan masalah lainnya. Semua itu memberikan dampak yang serius untuk keberlangsungan makhluk hidup di muka bumi ini. Manusia mempunyai tanggung jawab baik terhadap alam semesta seluruhnya dan integritasnya, maupun terhadap keberadaan dan kelestariannya Setiap bagian dan benda di alam semesta ini diciptakan oleh Allah Swt. dengan tujuannya masing-masing, terlepas dari apakah tujuan itu untuk kepentingan manusia atau tidak. Oleh karena itu, manusia sebagai bagian dari alam semesta, bertanggung jawab pula untuk menjaga dan melestarikannya. Contoh sikap yang bertanggung jawab pada lingkungan : • Menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan • Tidak membuang sampah sembarangan • Tidak membuang limbah perusahaan ke sungai • Penanaman pohon Mangrove • Melakukan reboisasi pada hutan gundul yang telah ditebang • Turut menjaga kelestarian lingkungan Tanggung jawab kita terhadap lingkungan adalah sikap atau perilaku tentang kewajiban menjaga alam, mencintai, dan melestarikan. Manusia dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh besar satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif. Manusia memiliki kemampuan eksploitasi (sewenang-wenang) terhadap alam. Jangan saling bersaing, cintai alam ini untuk anak dan cucu kita nanti. Mereka juga harus melihat pohon-pohon yang hijau nan asri dan binatang-binatang yang beragam dimasa depan nanti. Dalam Al-Quran Allah Swt. telah memperingatkan kita untuk tidak membuat kerusakan di atas muka bumi ini, firman Allah Swt. "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS. 30 Ar Ruum : 41). Pada ayat ini Alllah Swt. menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini adalah ulah tangan manusia itu sendiri. Manusia tidak menjaganya, melainkan saling bersaing untuk mengeruk semua kekayaan yang ada pada alam ini. Untuk itu, bagi siapa saja yang membuat kerusakan di alam ini Allah Swt. Akan menimpakan akibat buruk atas perbuatan manusia itu agar merasakannya, sebagai teguran untuk tidak membuat kerusakan di lingkungan terutama alam dan kembali ke jalan yang benar. Sikap kita terhadap lingkungan sekitar adalah dengan mencintai dan menyayangi lingkungan tersebut. Apabila kita mencintai dan menyayangi alam terutama lingkungan sekitar kita, tentu saja kita pasti akan menjaga dan merawat lingkungan sekitar kita agar tetap asri dan bersih. Yaitu dengan bergotong royong bersama-sama untuk membuat lingkungan sekitar terawat. Contoh kecilnya adalah membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah plastik ke selokan, karena dapat membuat selokan tersebut tersendat dan bisa menyebabkan banjir. Sebaiknya, sampah plastik di bakar atau bisa dikubur untuk bisa menghindari pencemaran udara. Dalam salah satu hadir riwayat Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah, Rasulullah Saw bersabda: “Jauhilah perilaku laknat; membuang kotoran di sumber air, di pinggir jalan, dan di bawah naungan pohon.” Hadist ini memberi pesan kuat agar umat Islam dapat mencegah pencemaran lingkungan. Jadi, jaga selalu lingkungan kita agar terhindar dari pencemaran maupun kerusakan.
Komentar
Posting Komentar